Selasa, 14 November 2017

0

HIKING TO SIBAYAK FOR THE FIRST TIME

Haiii, guysss. Gw mau ceritain penngalaman baru nihhh, yappp hiking ke Gunung Sibayak. Sebenarnya aku itu takut ketinggian, sebelum pergi sempat ragu juga sih karena mikirin samping-sampingnya kalau ada jurang gimana, hehehe alay yak. Btw, thanks to Williandy yang udah ngajak, ya! Although you beneran ngeselin banget, tau gak sih? Ngajak tapi sampai disana macam orang gak kenal, senyum pun gak, apalagi nyapa, btw you won't read this, right? LOL.

Jadi, berangkat lah kami ke Gunung Sibayak pada hari Sabtu, tanggal 11 November 2017. Dari Medan otw nya ja, 6 gitu sih, dengan menggunakan bus, tapi ada juga yang pergi sendiri dengan mobil, yang naik mobil ada 7 orang cowok, termasuk Williandy di dalamnya. Nah, yang naik bus ada 8 cewek dan 7 cowok, jadi total yang naik bus 15 orang. Sekitar jam 9 gitu di perjalanan ada berhenti untuk makan, trus numpang toilet ke Indom*r*t. 

Gak banyak yang terjadi di selama di perjalanan, karena banyak yang gak dikenal juga, jadi awkward. Trus, sejujurnya aku emosi sih karena duduk di paling belakang, ada suara berdegung gitu deh dan ketika gw mau nyandar untuk tidur gak bisa, kepala ku pusing, hmmm gw pikir mood ku sampai sana pasti berantakan, but actually not really kok. Nahh, cowok yang gw kenal sebelum ke sana cuma Williandy sama William guyss.

Kita samapi ke tempat parkir bus nya kira-kira jam 12 lewat sih guyss, yaa udah tengah malam yaa. Trus kita jalan untuk sampai ke pos satu. Setelah sampai mereka duduk-duduk dulu sih, ada yang pesan kopi gitu dulu. Trus selanjutnya kita mulai nih mendaki, nahhh adrenalin mulai bekerja. Kalau pergi jangan lupa bawa senter yaa, untuk mempermudah hikingnya. LOL. Tidak terlalu mengerikan kok, cuma perlu hati-hati dan jangan main-main doang waktu mendaki trus jangan pisah dari kelompok yaa!

Kira-kira jam 2 lewat gitu kita sampai deh ke tempat untuk mendirikan tenda. Wuahhh udara dinginnya terasa juga sih, trus ada yang dirikan tenda, ada yang buat api ungun yang ntah berapa kali baru nyalaa, trus masak air untuk buat Pop Mie. Btw, thanks William for the Pop Mie. WKWKWK. Itu air yang dimasak kayaknya bercampur dengan air hujan, tapi yaa anggap aja bersatu dengan alam. Malam itu aku gak tidur sama sekali guyss, setengah jam juga tidak, tapi untungnya tidak ngantuk sih. 

Jam 5 pagi gitu mereka ribut-ribut diluar tenda untuk foto-foto yakan, nahh ketika aku keluar, tidak tau apakah itu embun atau memang hujan gerimis, tapi rambutku langsung basah dan macam mandi hujan itu rambut. Mungkin embun soalnya baju tidak basah segitunya sih. Dan kabutnya tebal kalii coyy, trus dinginnya minta ampun guysss, menggigil dan untung aku bawa jaket walau masih gak mempan. Gara-gara rambut yang basah banget ini, aku jadi males foto-foto dan alhasil foto ku yang satu orang cuma 1 lembar. Sekitar jam 7 pagi gitu kita ada naik ke paling atas gunung itu, walau belum sampai puncaknya sih. Nahh waktu jam 9 gitu kita turun deh dari gunung itu. Turunnya aku terpeleset atau hampir terpeleset 3x gitu kayaknya, lebih ngeri kayaknya. I'll go to there again someday, tapi gak mau dalam waktu dekat deh, capek coeyy wkwk.

Nahhh ini foto-foto jelekku disana (nyesal)















0

KATHINA KMB USU 2561 B.E./2017

Hello guys, sudah lama yaa gaa posting, yeasss i'm so busy, tapi sibuk gak jelas gitu deh, hehehe. Nahhh postingan kali ini juga udah telat kali sebenarnya, tapi gpp yaa sebagai kenangan doang. Kathina KMB0USU 2561 B.E./2017 dilaksanakan di Vihara Dharma Wijaya pada tanggal 21 Oktober 2017. Wuhuuu, kali ini tetap jadi anggota rohani dan jadi pemimpin kebaktian untuk kedua kalinya dalam acara KMB-USU. Nothing special sih dari acara ini, yasudahlah. 










Kamis, 12 Oktober 2017

0

OHHHH SEMESTER 3

Haiii haiii, long timee gaa curhat disinii.. i wonder apakah adaa yang akan bacaa blog sayaa? Mungkin ga ada yaa, soo I can write whatever I want here. Ini sudah minggu keenam kuliah di semester 3, and to be honest, I feel so tired. Untuk pertama kalinya, saya merasa gak punya cukup waktu, waktu 24 jam sehari itu ga cukup. wkwk. ciehhh alay yakkk. Semester 3 ini otomatis agak sibuk karena udaa bisa ngambil 24 SKS, kalau waktu semester 1&2 kan masih paketan jadi cuma 19 & 20 SKS. IP semester 2 saya mengenaskan sekalii, terjun bebas banget. Semogaa semester 3 dapat naik bebas, hehehe. 

Di semester 3 ini, saya berusaha untuk tidak terlalu memikirkan hal tidak "penting". Sebenarnya penting sih, tapi entahlah. Saya selalu berusaha untuk repress pikiran-pikiran yang akan buat diri sendiri makin stress. *ngomong apa sih* HAHAHA.

Tau gak sihhh.. apa yaa? bagaimana yaa kira-kira hidupkuu 5 tahun mendatang? wkwk. *random thought*

hmm.. ternyataaa akuuu gagal memenuhi target sebelum masuk ke semester 3 inii.. akuu masih menjadi Anjelica yang pendiam dan pasif, OMOOO! yeayyyyy ingat yaa target IP semester ini, goodluck. Gak tau lagi sih mau nulis apa, gak ada ide, trus i have told youuu that i'm so busy.

btw, untuk saat ini aku beneran takut bakalan nyakitin hati "orang", so mungkin gw harus menjauhh :'))

Senin, 04 September 2017

0

Welcome semester 3

Haiiii, tak terasa libur semester yang hampir 2 bulan telah usai juga. What have I done for this 2 months? To be honest, kerjaan gue sejak libur itu engga produktif banget, cuma makan - tidur - baca novel, gitu-gitu doang sih. HEHEHE. Tapi ada ikut beberapa kegiatan kok, jadi ada faedahnya lah ya walaupun cuma dikit. Nahhh, I will share the photos yaaa, biar narsis gitu. Gak banyak kok wkwkwk.

Nahh, pada tanggal 17 Agustus 2017 gw ikut upacara penurunan bendera di Vihara Borobudur Medan. Aku ga ada teman disini, ada sih tapi, yahhhh..




Pada tanggal 29 Agustus 2017 gw ikut kunjungan ke Heritage House, nah disana dijelaskan tentang Tanoto Foundation, yang plg gw ingat cara hitung umur sawit. Lol.




Pada tanggal 1 September 2017 ikut jadi relawan di Megah Pramount dalam acara Dhamma Dana dengan topik "ALAM PETA SETAN BENARKAH MENAKUTKAN?"



Pada tanggal 2 September 2017 ikut jualan kupon di Brastagi Tiara, sebenarnya gw belum ready untuk difoto, tapi apalah dayaku.. so here..


Senin, 14 Agustus 2017

Minggu, 23 Juli 2017

0

MY CHILDHOOD AND ELEMENTARY STORY

Hai, guys. Hari ini saya ingin menceritakan my childhood story sampai dengan elementary school, yaitu Sekolah Dasar (SD). Maybe from now, I will tell how I feel into this blog, yaa I'm not the one who good at explaining my feeling to others. OKEEE, HERE WE GO!

Nama saya Anjelica, tahun kelahiran 1998, terlahir sebagai anak pertama, hmmm.. sebenarnya bukan anak pertama sih, karena to be honest, i have sister, but she had passed away seminggu setelah lahir. Soo, hampir semua orang nganggap saya anak pertama. Saya terlahir di keluarga yang hmm how to say yaa. Dari kecil, papa sama mama dan tentunya dengan diriku tinggal di rumah nenek (ibunya papa) karena rumah yang dibeli papa harus dijual/disita karena sesuatu hal. Nah, dirumah nenek itu juga tinggal tante dan paman lainnya yang belum menikah. Dari kecil, saya memang tidak betah tinggal disana, jujur mengalami banyak siksaan batin, nenek dari ayah yang disebut nenek dalam tersebut memang tidak menyanyangiku mungkin, entahlah saya masih terlalu kecil saat itu untuk bertanya mengapa mungkin? Jadi saya hanya menjalani hidup seperti melewati hari-hari saja,

Tapi tidak dengan nenek luar, yaitu sebutan untuk ibu dari mama. Nenek luar ini sangat sayang sekali denganku dan sampai saat ini saya masih ingat memori ketika saya kecil, dimana ketika liburan sekolah, saya dan mama akan selalu pulang ke rumah nenek luar di Binjai, Sumatera Utara. Nahh, biasanya kami akan pulang dengan naik angkot (angkutan kota). Bagaimana dengan papa? Dia jarang sekali ikut. Sebenarnya, saya juga jarang merasakan kasih sayang seorang ayah, dan papa lebih menyanyangi adik saya daripada saya.

Ketika TK, saya bukanlah anak pintar, dan jika ada pelajaran yang tidak bisa orang-orang di rumah akan mengatakan untuk bertanya pada paman atau bibi, tapi entahlah, mungkin memang tidak cocok, mereka tidak mampu untuk mengajariku, hingga satu waktu, aku menangis ketika diajari oleh mereka dan sejak saat itu mama yang akan mengajariku. Mama bukanlah orang yang berpendidikan tinggi, ia hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar, tidak seperti mama orang lain yang mungkin kuliah. Tapi, percayalah mama yang hanya mengenyam pendidikan SD ini akan mampu untuk mendidik kami semua ke jenjang pendidikan perguruan tinggi. Papa juga hanya mengenyam pendidikan sampai jenjang pendidikan SMP, jadi sebenarnya tidak ada hal yang bisa dibanggakan dari latar belakang pendidikan orangtua saya, kan? But, it doesn't matter, yang menjadi masalahnya adalah how they treat or create their child to be "someone" atau seseorang yang lebih baik dari diri mereka.

Saya bersekolah TK selama 2 tahun di TK Perguruan Buddhis Bodhicitta, yaitu satu tahun TK-A dan satu tahun TK-B. Tidak banyak yang kuingat ketika masih TK, hanya saja pokoknya setiap libur pasti akan langsung pulang ke Binjai dan ketika akan masuk sekolah, saya akan kembali pulang ke Medan, ke rumah nenek, dan saya akan selalu menangis ketika harus kembali ke Medan, entah kenapa aku yang kecil selalu "benci" untuk kembali ke rumah nenek dalam.

Di rumah nenek dalam tersebut, kami tinggal di lantai 3, dengan kondisi ruangan yang mungkin tidak akan terbayangkan oleh kalian, apalagi yang mengenalku setidaknya? Yaaa, saya jarang banget cerita dan kondisi kehidupan ku selama masa kecil akan ku ceritakan disini. Di lantai 3 tersebut merupakan lantai paling atas yang merupakan ruangan terbuka, nah dalam ruangan terbuka tersebut terdapat satu ruangan tertutup yang sempit yang dijadikan "kamar" oleh kami. Kamar tersebut mencakup tempat untuk tidur, sebagai toilet dan tempat saya belajar, juga segalanya disana. Kalau masalah makan, di lantai 2 kok. Tahukah kondisi yang menyedihkan dari kamar tersebut? Ketika hujan, atap dari seng yang sudah berlubang tersebut akan bocor, hujan akan menetes dan itu berarti kami tidak bisa tidur dengan tenang, kami tidur di tempat tidur bertingkat dan ketika sudah SD, saya tidur di tingkatan yang paling atas, dan itu berarti saya akan kena langsung dengan seng bocor tersebut, ketika saya harus menangis ketika hujan dan tidak bisa tidur, harus menaruh ember di tempat tidur tersebut, kemudian suara petir dan gemuruh ketika hujan lebat dan angin kencang. Video kondisi kamar akan saya post pada entri blog selanjutnya.

Hal tersebut sudah berlalu lama sekali, dan sekarang yang tersisa hanya kenangan, ya walaupun kenangan kesedihan dan kepahitan. Masalah makan, ketika SD untuk sarapan, mama yang akan menyediakan sarapan untuk kami, untuk makan siang, kami akan makan dari masakan tante, yaa itu pun harus menunggu mereka makan dulu, ketika harus berangkat ke sekolah pukul 12.30, maka saya akan makan jam 12 lewat dengan terburu-buru. Malamnya saya akan makan jam 7 atau jam 8 gitu, sedangkan papa dan mama akan makan ketika semua orang di rumah tersebut sudah makan, biasanya jam 9 lewat dan bisa saja jam 10 lewat.

Apalah yang mau dikata? Apakah ini semua kesalahan papa? Ia yang tak mampu untuk menafkahi kami dengan layak? Aku yang kecil dulu pernah berkata pada mama kenapa harus memilih papa sebagai suaminya, yaa begitu lah aku yang duluu, aku yang masih kecil, yang terlalu berat untuk menerima kondisi kehidupanku, yang seolah-olah menganggap kenapa mama begitu bodoh untuk memilih papa, sehingga saya harus menderita seperti itu, bukan hanya saya, tapi mama sendiri juga.

Memasuki sekolah dasar, aku tidak lagi sebodoh ketika TK, di SD saya selalu ranking sepuluh besar, dan semua pelajaran diajari oleh mama selama ia masih sanggup untuk mengajari kami. Ketika saya kelas IV-SD nenek luar saya meninggal dan jujur saya sangat terpukul dan sedih sekali kehilangan seseorang yang sangat amat menyanyangi ku, aku yang masih kecil yang belum mampu untuk membahagiakan nenek luar tersebut. Pada saat itu, mama baru saja melahirkan adik kedua ku, sehingga mama tidak boleh pergi ke pemakaman nenek sesuai dengan tradisi yang ada.

Seiring berjalannya waktu, ketika saya berada di kelas V dan akan naik ke kelas VI, papa meninggal. Itu hal yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya, beliau meninggal karena angin duduk. Sedih? Tentu saja, however he's my father. Saya, mama, dan kedua adikku masih tinggal di rumah nenek dalam tersebut sampai saya lulus SD. Penderitaan tinggal di rumah tersebut semakin bertambah sejak papa meninggal, nenek dalam semakin memperlihatkan ketidaksukaannya pada kami, seolah-olah selalu membuat masalah agar kami segera minggat dari rumah tersebut. Kadang untuk turun kebawah dan makan saja saya begitu takut, dan kalau bisa, tidak usah makan juga tidak apa-apa, Yaa begitulah, kisah saya sampai kelas VI-SD, yang penuh dengan masa-masa pahit, dimana untuk makan aja harus lihat wajah tidak senangnya nenek, how funny it was. Setelah papa meninggal, saya juga makan ketika semua orang sudah makan, kecuali mama. Mama akan makan setelah saya makan. Saya makan jam 9 lewat biasanya dan jika paman belum makan, maka harus menunggu sampai mungkin jam 10 baru makan. Jatah nasi untuk saya dan mama sudah ditentukan oleh nenek, saya yang kelas VI tersebut sedang berada dalam masa perkembangan, dimana bentar lagi akan mengalami pubertas, yang kata orang dimasa ini orang akan lebih kuat makan, but what? Saya dan mama harus membagi nasi yang sudah ditentukan tersebut, dan jika sebelum makan, nasi sudah habis maka kami akan makan indomie, AND GUESS WHAT? Indomie yang UDAH KADALUARSA.

Yes, masa kecil saya banyak makan something yang sudah kadaluarsa, yaa bagaimana lagi, that's my life. Yang kenal saya yang sekarang, mungkinkah pernah terbayang dalam diamku, dalam hari ku yang biasa saja, ternyata saya mempunyai masa kecil yang mungkin seperti sinetron juga? Kadang, mama makan sedikit sekali nasinya, karena tidak cukup.. dan bagaimana dengan lauk? Tentu saja juga lauk sisa. Bagaimana dengan adik-adik saya? Seperti yang sudah saya katakan di awal, adik pertama saya lebih baik kondisinya, ia biasanya makan mungkin bareng dengan nenek atau tante. Sedangkan adik terakhir saya, dia masih kecil sekali, sehingga mama yang akan memasak bubur ataupun nasi untuknya. Btw, di SD saya suka menggambar dan mewarnai dan ikut lomba tersebut, saya paling tidak bisa menyanyi.

Mungkin ada yang bertanya apa pekerjaan papa dan mama saya? Yappp, mereka berdua ngerjain kerajinan tangan kayak amplop gitu, dilipat jadi amplop. Kenapa papa tidak pernah berpikir untuk kerja diluar lagi sejak pindah ke rumah nenek? Entahlah, I didn't know it. Tapi, papa pernah mau kerja sama orang lain lagi, pernah udah mau jumpain orangnya, tapi nenek yang tidak mengizinkan dan asyik mengomel saat itu sehingga papa membatalkan niatnya. Nenek yang tidak mengizinkan papa bekerja di luar tapi nenek juga yang membuat kita merasa USELESS di rumah tersebut, merasa hanya bisa hidup menumpang tanpa berusaha sendiri untuk survive, tapi ketika papa mau berubah, mau memperbaiki, tapi nenek yang begitu. Entahlah, saya yang masih SD, tidak mampu bertanya terlalu banyak saat itu.

Untuk cerita kisah SMP ku, lanjut disini ya. Thanks yang udah baca, walau mungkin yang kenal saya tidak akan baca cerita ini, kan? Hehe.

Rabu, 14 Juni 2017

0

(RESUME 4) Bimbingan dan Konseling

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Bimbingan merupakan suatu upaya pemberian bantuan kepada peserta didik dalam mencapai perkembangan optimal yaitu perkembangan yang sesuai dengan potensi dan sistem nilai tentang kehidupan yang baik dan benar.

Konseling merupakan layanan utama bimbingan dalam upaya membantu individu agar mampu mengembangkan diri dan mengatasi masalah melalui hubungan tatap muka atau melalui media, baik secara perorangan maupun kelompok.

Beragam bimbingan menurut masalah
1. Bimbingan akademik
Bimbingan akademik digunakan untuk membantu individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah akademik, seperti: pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan, cara belajar, penyelesaian tugas dan latihan, pencarian dan penggunaan sumber belajar.
2. Bimbingan sosial pribadi
Bimbingan sosial pribadi digunakan untuk membantu siswa memecahkan masalah sosial pribadi, seperti: hubungan sesama teman, hubungan dengan guru dan staf, pemahaman sifat, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat, penyelesaian konflik.
3. Bimbingan karir
Bimbingan karir digunakan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah karir, seperti:
- Pemahaman terhadap jabatan, tugas kerja.
- Pemahaman kondisi dan kemampuan diri.
- Pemahaman kondisi lingkungan.
- Perencanaan dan pengembangan karir.
- Penyesuaian pekerjaan.
- Pemecahan masalah karir yang dihadapi.

Tujuan bimbingan
1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan masa yang akan datang.
2. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin.
3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan.
4. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja.

Fungsi bimbingan
1. Pemahaman, membantu siswa memahami potensi yang dimilikinya.
2. Preventif, mengantisipasi masalah dan berusaha mencegahnya.
3. Pengembangan, berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
4. Perbaikan (penyembuhan), membantu siswa yang telah memiliki masalah.
5. Penyaluran, membantu siswa memilih kegiatan pemantapan penguasaan karir.
6. Adaptasi, memilih metode pendidikan sesuai dengan kemampuan individu.
7, Penyesuaian, membantu siswa menyesuaikan diri dengan program pendidikan.

Prinsip-prinsip bimbingan
1. Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu baik bermasalah maupun tidak.
2. Bimbingan bersifat individualisasi yang memandang setiap individu itu unik.
3. Bimbingan menekankan hal yang positif yang membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri.
4. Bimbingan merupakan hal yang positif yang membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri.
5. Bimbingan merupakan usaha bersama dimana konselor, guru-guru dan kepala sekolah saling bekerja sama.
6. Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan.
7. Bimbingan berlangsung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan dimana bimbingan tidak hanya dapat berlangsung di sekolah.

Jenis layanan bimbingan
1. Pelayanan pengumpulan data tentang siswa dan lingkungannya sebagai usaha untuk mengetahui diri individu seluas-luasnya dan latar belakang lingkungannya.
2. Penyajian informasi yang menyajikan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan yang diperlukan individu.
3. Konseling merupakan layanan terpenting dalam program bimbingan yang memfasilitasi individu memperoleh bantuan pribadi secara langsung.
4. Penempatan (Placement) dan tindak lanjut (Follow up khusus alumni): pilihan ekstrakulikuler, pilihan program studi, pilihan sekolah lanjutan, tindak lanjut, dll.
5. Konsultasi (Consultation), dengan petugas administrasi sekolah, dengan staf pengajar, dengan orang tua siswa (secara individual atau dalam bentuk pertemuan dengan para orang tua).
6. Penilaian dan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tujuan apa saja yang telah dicapai dari program yang dilaksanakan.

Asas bimbingan dan konseling
- Rahasia
- Sukarela
- Terbuka
- Kegiatan
- Mandiri
- Kini
- Dinamis
- Terpadu
- Harmonis
- Ahli (menggunakan kaidah-kaidah profesional)
- Ahli tangani khusus (memberikan kepada yang lebih ahli)
- Tut wuri handayani (mengayomi)

Program Bimbingan dan Konseling Kompherensif
Muro dan Kottman (1995) mengemukakan bahwa struktur program bimbingan dan konseling komprehensif diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan;
- Layanan dasar bimbingan yang diberikan melalui kegiatan kelas atau di luar kelas dalam membantu siswa mengembangkan potensi secara optimal.
- Layanan responsif yang diberikan kepada siswa yang memiliki masalah yang memerlukan bantuan dengan segera.
- Layanan perencanaan individu yang diberikan kepada semua siswa agar dapat membuat perencanaan masa depan.
- Dukungan sistem yang memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam memperlancar penyelenggaraan ketiga program layanan di atas.
- Dukungan sistem yang memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam memperlancar penyelenggaraan ketiga program layanan di atas.

Pendekatan Bimbingan
- Pendekatan Krisis, membantu individu yang datang sesuai dengan masalah yang dihadapinya dengan lebih menggunakan pendekatan psikoanalisa.
- Pendekatan Remedial, membantu memperbaiki kesulitan dan kelemahan individu dengan lebih menggunakan pendekatan behavioristik.
- Pendekatan Preventif, mengajarkan pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah dan mengantisipasi masalah.
- Pendekatan Perkembangan, menggunakan teknik pembelajaran, pertukaran informasi, bermain peran, tutorial, dan konseling.

Kualitas Pribadi Konselor
Karakteristik kualitas pribadi konselor:
- Pemahaman ddiri (mengetahui masalah yang harus diselesaikan)
- Kompeten
- Kesehatan psikologis
- Dapat dipercaya
- Jujur
- Kekuatan (agar klien merasa aman)
- Bersikap hangat
- Active responsiveness (bersikap dinamis)
- Sabar
- Kepekaan (menyadari masalah yang tersembunyi pada klien)
- Kesadaran holistic (memahami klien secara utuh)